2007

Januari 3, 2007

“Happy New Year”

>>jam berdentang 12 kali
>>terompet sudah di tiup
>>kembang api sudah dinyalakan
>>kalender sudah di ganti
>>Berikutnya tanyakan dirimu apa yang mesti kau perbuat?


Desember 19, 2006

hah!!!

dari mana mereka dapat klaim sepihak seperti itu?
kapan sih mereka bisa mengerti orang lain, dari dulu mereka hanya memandang sesuatu dari Kacamata mereka, sama sekali gak pernah mau mengerti dan melihat dari sudut pandang orang lain.

katanya mau membangun iklim demokrasi.
demokrasi yang mana? demokrasi siapa?

*Ehh… ada apaan sih?*
*itu si Pailul lagi latihan dialog*
*ooo.. kirain ada yang demo…*


Tantei Gakuen

Desember 18, 2006

akhir-akhir ini lagi seneng aja baca-baca Manga sebangsa Naruto n Conan juga One PIece tapi kliling2 cari Tantei Gakuen DDS gada.
dimana laghi harus kucari *heleh*

bantuin dunk!!!


Desember 8, 2006

“Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau”

Kami haturkan petikan lagu bang Iwan ini sebagai rasa kecewa yang mendalam, kepada moralitas yang tak lagi dijunjung tinggi, pada norma-norma yang terinjak-injak, pada harga diri yang terjual, pada bunglon-bunglon, kepada semua yang membuat kami kecewa mengelus dada mengusap airmata. meski harapan masih tetap ada, sedikit. selebihnya apatisme yang mengakar.


Biokimia…ougghhh..!!!!

Desember 2, 2006

Sengaja aku bolos dari pelatihan Jurnalistik buat ngikutin kuliah yang satu ini. apalagi, gosipnya hari ini akan di adain MID semester (huhuhu…bener-bener MID yang tanpa persiapan), dampaknya jelas, aku kewalahan menjawab brondongan pertanyaan sang dosen yang diketik pada selembar kertas. sepuluh biji man!, jawabannya juga gak tunggal berupa penjelasan-penjelasan panjang (waduhh… gimana nih!!).

akhirnya aku nekad untuk tidak ber-taklid dengan lebih memilih menempuh jalan ijtihad (hihihi… bahasa lainnya ngarang bin ngawur), keasyikan me-reka-reka jawaban. akhirnya selesai juga :-)

di sudut kiri bawah kutulis warning berikut:

jawaban pertanyaan adalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan teori dan rumus adalah kebetulan tanpa rekayasa” hehe


Tepat janji, tepat waktu

Desember 2, 2006

“Seepp besok aku jemput jam tujuh”
“bener lho aku tunggu”

besoknya jam tujuh dia kirim sms

“sori, kamu naik bus aja ya, nanti ongkosnya saya ganti”

nah lho, gimana gak kesel, udah nungguin ternyata yang ditunggu dengan entengnya ngebatalin. udah itu bahasa “…nanti ongkosnya saya ganti” ouhh… come on man! ini bukan soal ganti rugi (untung) ongkos, tapi soal ketepatan waktu. yang bikin aku lebih kesel kenapa ngasih kabarnya udah mepet-mepet ama waktu yang di tetapin, kenapa nggak dari malam tadi, kenapa gak dari sejam-duajam yang lalu, kenapa..kenapa?? kalo udah mepet gini kan kemungkinan besar aku telat (dan akhirnya emang kebuktian). trus apa dia peduli, apa dia mikirin kalo akibat ke-ingkar-an janjinya merugikan orang lain?


Ghost writer

Desember 1, 2006

Emang ada jurig penulis?
Yeee.. maksudnya bukan itu, ghost writer itu artinya manusia (juga) yang menulis untuk orang lain.
kayak surat yah? yang kita tulis terus kita kirim ke orang lain, gitu?
ahh… koq ga ngarti juga sihh… gini, ghost writer biasanya juga merupakan profesi (terutama di barat), tugas ghost writer hanya menulis sesuai pesanan. jadi dia akan menulis tentang sesuatu yang yang dipesen oleh pengguna jasanya, yang biasanya adalah para pejabat yang gak punya waktu buat nulis. tapi gak sembarangan orang bisa dipercaya buat jadi ghost writer. biasanya, pejabat yang ingin memakai jasa ghost writer ini udah paham betul karakteristik dari sang penulis, merasa cocok, lalu deal dehh…contoh kasusnya adalah pidato kenegaraan presiden, biasanya menggunakan jasa ghost writer.

nah by the way, on the way, bus way…
kemaren aku juga dapet pesenan tulisan (dari temen yang lagi in love). selembar penuh tulisan berisi ungkapan perasaan dia (temenku) ke targetnya. tapi kata-katanya aku yang ngarang ditambah sebuah puisi yang diakui sebagai ciptaannya.
aku juga heran, kenapa kok aku yang dipilih, padahal belum sekalipun aku nyoba ngungkapin perasaanku kepada someone melalui kata-kata diatas kertas. ya, aku ga PD jugha alih-alih diterima malah ditolak mentah-mentah gara-gara tulisan yang gak jelas maksudnya.

tapi ya sutralah… aku seneng juga ada yang mengakui tulisanku meskipun masih kelas ecek-ecek. siapa tahu, yaa who’s know? kalo suatu saat pengakuan itu lebih luas… ameennn…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.